Komponen Motherboard
Komponen Motherboard
1. Socket Prosessor / CPU Socket
Socket
Prosessor merupakan tempat dimana prosessor terpasang. Kalau dilihat secara
fisik, area dari socket prosessor ini selalu dikelilingi oleh 4 lubang untuk
penyangga Heatsink Fun, karena Prosessor sangat memerlukan penghantar panas
saat bekerja.
Pemilihan
motherboard sebaiknya mempertimbangkan dengan jenis socket prosessor yang
terpasang, karena socket tersebut tidak dapat dipasang oleh sembarang
prosessor. Karena satu jenis prosessor sudah memiliki socketnya masing-masing,
dan tidak dapat dipasang ke socket lain.
Misalnya,
ketika kamu membeli motherboard dengan socket prosessor untuk AMD, jangan harap
kamu bisa menggunakan motherboard tersebut dengan prosessor Intel, karena
socket yang digunakan jelas berbeda. Jadi, salah satu tips saat membeli motherboard
adalah memperhatikan jenis socket prosessor yang ada, usahakan socket tersebut
support dengan prosessor yang terbaru.
Gambar 1. Socket Prosessor / CPU Socket
Link: http://alfancandras2301.blogspot.com/2018/07/tipe-model-motherboard-terbaru-2018.html
Link: http://alfancandras2301.blogspot.com/2018/07/tipe-model-motherboard-terbaru-2018.html
2. Slot Memory
Secara
fisik, bentuknya memanjang, sesuai dengan panjang RAM. Pada umumnya posisi slot
memory ini bersebelahan dengan socket prosessor, dan biasanya jumlahnya lebih
dari satu slot. Disinilah RAM dipasang.
Ingat,
setiap jenis RAM (DDR, DDR2, DDR3) memiliki jenis slotnya tersendiri, jadi
jangan sembarangan membeli RAM, harus sesuai dengan slot memory yang ada pada
motherboard.
Gambar 2. Slot Memory
3. Slot IDE dan Slot SATA
Kedua
slot ini berbeda bentuknya, tetapi memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk
penghubung Hardisk atau CD-ROM ke motherboard. Ciri fisk dan slot IDE adalah
bentuknya yang agak memanjang, menyesuaikan dengan kondisi fisik kabel data
IDE. Sedangkan untuk slot sata, bentuk fisiknya lebih kecil, dan tidak terlalu
memakan tempat, karena kabel data SATA juga bentuknya relatif kecil.
Gambar 3.A. Slot IDE
Slot IDE umumnya dapat ditemukan di motherboard lama, bukan
berarti tidak ditemukan pada motherboard sekarang. Tapi pada umumnya kebanyakan
motherboard sudah mulai menggunakan SATA dan meninggalkan IDE. Jadi, kalau
pilih motherboard usahakan yang memiliki slot SATA, karena hardisk IDE juga
sudah jarang yang menjual (kecuali bekas).
Gambar 3.B. Slot SATA
4. Slot AGP dan PCI Express x16
Kedua
slot ini fungsinya adalah sebagai tempat dipasangnya VGA Card atau Graphic
Card. Kedua slot ini berbeda jenisnya, AGP adalah jenis lama dan sudah jarang
ditemukan di motherboard jenis baru. Kebanyakan motherboard sudah pada menggunakan
slot PCI Express untuk penghubung dengan kartu grafis.
Posisi
slot ini pada umumnya berdekatan dengan slot PCI, bahkan hampir sejajar.
Standarnya, slot AGP dan PCI Express ini jumlah hanya satu per motherboard.
Bentuknya sama-sama memanjang, karena menyesuaikan VGA Card.
Gambar 4. Slot AGP dan PCI Express x16
5. Slot PCI dan PCI Express x1
Slot ini
digunakan untuk memasang berbagai macam peripheral tambahan. PCI Express yang
disini berbeda dengan yang saya sebutkan sebelumnya, karena yang pada bagian
ini bentuknya lebih kecil.
PCI
Express ada dua macam, yaitu PCI Express x16 (untuk VGA Card) dan PCI Express
x1 (untuk peripheral tambahan).
Slot PCI
ini biasanya tersedia lebih dari satu slot, karena untuk mengantisipasi
banyaknya peripheral tambahan yang terpasang nantinya.
Gambar 5. Slot PCI dan PCI Express x1
6. BIOS
BIOS (Basic Input Output Sistem) merupakan sebuah chip yang
berfungsi sebagai pengontrol perangkat keras yang terpasang pada komputer. BIOS
bertanggung jawab atas kesiapan komputer dalam melakukan booting dengan
mengecek hardware yang terpasang pada komputer.
Saat ini, BIOS sudah mulai digantikan dengan UEFI yang hadir
dengan teknologi yang lebih canggih. Secara fisik bentuk dari BIOS atau UEFI
ini seperti chip, tempatnya pun tidak menentu di setiap jenis motherboard.
Tetapi biasanya terdapat bacaan BIOS atau nama produsennya pada alasnya.
Gambar 6. BIOS
7. Battery CMOS
Battery
CMOS (Complimentary Metal Oxide Semicondutor) merupakan sebuah battery kecil
yang digunakan untuk memberi daya pada BIOS dan juga untuk menyimpan semua
settingan yang ada pada BIOS. Bentuk seperti battery jam tangan, hanya saja
bentuknya yang lebih besar.
Dengan
mencabut battery tersebut dari motherboard, itu sama saja kita mengatur ulang
settingan BIOS ke pengaturan default, karena semua data yang tersimpan pada
battery CMOS tersebut akan hilang. Jadi, jika kamu lupa password BIOS kamu,
cabut saja battery CMOS.
Gambar 7. Battery CMOS
8. Power Connector
Connector
ini tidak kalah penting dari yang lainnya. Connector ini menghubungkan
motherboard dengan power supply agar motherboard bisa mendapatkan daya listrik.
Biasanya berjumla 20-24 pin.
Gambar 8. Power Connector
9. I/O Ports
Bagian
ini biasanya dapat kita gunakan dari luar casing. Merupakan kumpulan port
sebagai input maupun output data komputer. Terdiri dari USB, LAN, VGA, SERIAL,
PS/2.
Gambar 9. I/O Ports
10. Pin Kabel Front Panel
Bentuknya
seperti jarum-jarum, digunakan untuk memasang tombol power, restart, led power
dan led hardisk. Untuk memasang kabel-kabel yang ukurannya sangat kecil ini,
kita biasanya dibantu dengan bacaan yang ada disekitar pin front panel di
setiap motheboard.
Komentar
Posting Komentar