Keamanan Internet
TUGAS
SOFTSKILL
“PENG.
TEK. INTERNET & NEW MEDIA #”
Nama
:
Alfan
Candra Setiawan
NPM
:
50415493
Kelas
2IA19
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN
TEKNIK INFORMATIKA
Mata
Kuliah : Peng. Tek. Internet & New Media #
Dosen
: Winarti, SKOM
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2016-2017
1.
KEAMANAN
INTERNET
A.
PENGERTIAN
KEAMANAN INTERNET
Security makin penting saat makin banyak data yang ditransmisikan melalui
Internet. Saat user menggunakan Internet, dia mengharapkan kerahasiaan dan
integritas data. Juga kemampuan untuk mengenali pengirim pesan, dan membuktikan
bahwa pesan tersebut dikirim oleh pengirim tertentu, bahkan jika si pengirim
menyangkalnya. Network security (keamanan jaringan data) terdiri atas beberapa
kondisi yaitu :
1. Privacy = Pengirim dan penerima
membutuhkan kerahasiaan
2. Authentification = Penerima yakin
akan identitas pengirim
3. Integrity = Data harus
sampai di penerima sama persis seperti saat ia dikirimkan. Tidak boleh ada
perubahan data dalam pengiriman.
4. Nonrepudiation
= Yaitu penerima harus dapat membuktikan bahwa pesan yang diterima datang
dari pengirim tertentu. Si pengirim tidak bisa menyangkal pesan yang
dikirimkannya.
B.
MACAM-MACAM KEAMANAN INTERNET
1. Application layer security
Pada level ini tiap aplikasi bertanggung jawab
dalam menyediakan keamanan. Implementasi pada level ini hanya menyangkut client
dan server. Security pada level ini lebih sederhana hanya komunikasi via
Internet hanya menyangkut dua pihak yaitu pengirim dan penerima (misalnya pada
aplikasi email. Si pengirim dan penerima dapat setuju untuk menggunakan
protokol yang sama dan menggunakan berbagai tipe security service yang
tersedia.
2. Transport Layer security
Pada level ini security yang terapkan lebih rumit.
Salah satu metode security pada layer ini adalah Transport Layer Security
(TLS). TSL merupakan salah satu protokol yang dikembangkan oleh Netscape untuk
security di Internet.
3. Security at the IP layer
Pada IP layer, implementasi fitur keamanan
(security) sangat kompleks karena banyak piranti yang terlibat. Security pada
level ini menggunakan IP Security (IPSec). IPSec adalah sekumpulan protokol
yang didesain oleh IETF (Internet Engineering Task Force) untuk menyediakan
keamanan pada paket-paket data yang dikirim via Internet. IPSec tidak
mendefinisikan metode enkripsi atau otentifikasi tertentu, melainkan menyedikan
framework dan mekanisme security. Sedangkan user yang memilih metode
enkripsi/otentifikasinya.
4. Firewall
Suatu organisasi dapat melindungi darinya dari
dunia luar dengan firewall. Firewall adalah suatu router yang dipasang antara
jaringan internal suatu organisasi, dan Internet. Firewall didesain untuk
melewatkan paket-paket data tertentu dan memfilter (memblok) yang lainnya.
5. Access Control
Access control adalah suatu usaha preventif untuk
menyediakan keamanan pada suatu jaringan data. Suatu organisasi membutuhkan
aturan access control untuk melindungi sumber dayanya dari user
yang tidak berkepentingan. Ada tiga metode yang bisa digunakan untuk access
control yaitu password, token dan biometrics.
6. Password
Teknik yang untuk digunakan untuk otorisasi adalah
penggunaan password. Setiap user memerlukan password untuk mengakses sistem.
Password yang efektif memiliki kriteria sebagai berikut:
1.
Memiliki panjang paling
sedikit 6 karakter
2. Ditentukan oleh
administrator karena user dapat memilih password yang mudah ditebak 3. Password sebaiknya diubah secara berkala
4. Token, Piranti kecil (misalnya kartu, kunci dll) yang berisi sirkuit elektronik untuk security control
5. Biometrics
Beberapa
karakteristik user yang digunakan untuk mendapatkan akses ke suatu
sistem. Bisa berupa suara, sidik jari, pola retina atau struktur wajah.
C.
FUNGSI KEAMANAN INTERNET
Keamanan jaringan internet dalam jaringan
komputer adalah sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan
mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan internet yang tidak sah. Tugas
keamanan jaringan dikontrol oleh administrator jaringan.
Contoh fungsi keamanan jaringan
internet:
1.
Fungsi Firewall: Mengontrol dan
mengawasi paket data yang mengalir di jaringan firewall harus dapat mengatur,
memfilter dan mengontrol lalu lintas data yang diizin untuk mengakses jaringan
privat yang dilindungi firewall. Dan melakukan autentifikasi terhadap akses.
2.
Fungsi Proxy:
A.
Connecting sharing: Penghubung atau
perantara pengambilan data dari suatu IP dan dihantarkan ke IP lain ataupun ke
IP komputer kita.
B.
Filtering: Beberapa proxy dilengkapi
juga dengan firewall yang mampu memblokir atau menutup alamatnya suatu IP yang
tidak diinginkan, sehingga beberapa website tidak bisa diakses dengan
menggunakan proxy tersebut.
C.
Caching: Artinya menyimpan proxy
juga dilengkapi media penyimpanan data suatu website dari query atau permintaan
akses pengguna, jadi misalkan permintaan mengakses suatu website bisa lebih
cepat apabila sudah terdapat permintaan akses ke suatu website pada pengguna
proxy sebelumnya.
REFERENSI:
Sumber Internet:
http://prezi.com/cqq4id3jtfqu/pengertian-keamanan-komputer-dan-konsep-keamanan-jaringan/
Sumber Dari Buku:
Judul Buku: MANAJEMEN KEAMANAN
INFORMASI DAN INTERNET
Penerbit: Kementrian Komunikasi dan
Informatika RI
Nama Penulis: Richardus Eko Indrajit
Tahun: Hak Cipta 2011
Isi Tebal Buku: 156 Halaman
Keterangan:
Bidang – Informatika untuk jenjang
lanjut
Bahasa - Indonesia
Daftar Pustaka:
1.
Rahardjo B, (2002): Keamanan Sistem
Informasi Berbasis Internet. Bandung.
2.
IBISA, (2008): Keamanan Sistem
Informasi. Andi. Yogyakarta.
3.
BSN, (2009): Information technology
– Security techniques – Information security management systems – Requirements
(ISO/IEC 27001:2005, IDT). BSN. Jakarta.

Komentar
Posting Komentar