Masalah urbanisasi apa keuntungan permasalahan atau elemen pembangunan perkotaan
Definisi Urabanisasi
Urbanisasi merupakan proses dimana adanya peningkatan proporsi penduduk yang tinggal diperkotaan.Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa kekota. Urbanisasi merupakan masalah yang cukup serius bagi kita semua.persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan dan lain sebagainya tentu adalah sesuatu masalah yang harus segera dicari jalan keluarnya. Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal didaerah perkotaan.
Perpindahan manusia dari desa kekota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan itu sendiri dikatagorikan menjadi dua macam:
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong memaksa atau faktor mendorong seseorang untuk urbanisasi maupun dalam bentuk menarik perhatian atau penarik
De GOEDE, ahli sosiologi Belanda, menyatakan bahwa pengertian urbanisasi dibagi menjadi empat yakni :
1. Arus perpindahan penduduk dari desa ke kota. Pindahnya penduduk desa dari desa ke kota dengan berbagai macam masalah yang dihadapi
2. Bertambah besarnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Semakin banyaknya jumlah tenaga kerja yang bekerja di sekto pertanian
3. Tumbuhnya pemukiman-pemukiman menjadi kota. Pemukiman-pemukiman yang dibuat oleh masyarakat, semakin bertumbuh juga bisa disebut urbanisasi
4. Pengaruh kota dipedesaan sangat besar pada bidang sosial, politik, dan budaya. Pengaruh pada bidang politik, sosial, dan budaya yang sangat besar di pedesaan bisa kita sebut juga sebagai urbanisasi.
Faktor-faktor penyebab terjadinya urbanisasi
Faktor penyebab adanya urbanisasi adalah karena adanya faktor utama yang klasik yaitu kemiskinan di daerah pedesaan. Faktor utama ini melahirkan dua faktor penyebab adanya urbanisasi yaitu:
Dari uraian di atas, jelaslah bahwa faktor utama penyebab timbulnya urbanisasi yang paling kuat adalah faktor ekonomi (menjadi motif utama para migran), selain itu disusul dengan faktor tingkat pendidikan. Penyebab lain dari terjadinya urbanisasi adalah karena terjadinya “overruralisasi” yaitu tingkat dan cara produksi di pedesaan terdapat terlalu banyak orang
Keuntungan Urbanisasi
Segala sesuatu, memiliki keuntungan yang banyak maupun kekurangan yang banyak pula, akan tetapi keuntungan dapat menutupi kekurangan. Begitu juga urbanisasi, urbanisasi memiliki keuntungan yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa maupun masyarakat kota. Keuntungannya sebagai berikut :
Pengertian modernisasi warga pedesaan tidak semata-mata dalam arti fisik, seperti misalnya membangun fasilitas perkotaan, namun membangun penduduk pedesaan sehingga memiliki ciri-ciri modern penduduk perkotaan. Dalam hubungan inilah lahir konsep urbanisasi pedesaan Konsep urbanisasi pedesaan mengacu pada kondisi di mana suatu daerah secara fisik masih memiliki ciri-ciri pedesaan yang kental, namun karena ciri penduduk” yang hidup didalamnya sudah menampakkan sikap maju dan mandiri, seperti antara lain mata pencaharian lebih besar di nonpertanian, sudah mengenal dan memanfaatkan lembaga keuangan, memiliki aspirasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan, dan sebagainya, sehingga daerah tersebut dapat dikategorikan sebagai daerah perkotaan.
Dibawah ini ada beberapa dampak dari terjadinya urbanisasi. Ada beberapa dampak positif yang dihasilkan oleh Urbanisasi, yaitu:
Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban. Hal ini menyebabkan trotoar tersebut menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.
Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, masalah pedagang kaki lima dan pekerjaan lain yang sejenis.
Hal ini akhrtnya akan meningkatkan jumlah pengangguran di kota yang menimbulkan kemiskinan dan pada akhirnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, orang orang akan nekat melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, merampok bahkan membunuh. Ada juga masyarakat yang gagal memperoleh pekerjaan sejenis itu menjadi tunakarya, tunawisma, dan tunasusila.
dampak negatif terhadap desa yang di tinggal :
Masalah urbanisasi ini dapat ditangani dengan memperlambat laju pertumbuhan populasi kota yaitu diantaranya dengan membangun desa , adapun program-program yang dikembangkan diantaranya:
Urbanisasi merupakan proses dimana adanya peningkatan proporsi penduduk yang tinggal diperkotaan.Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa kekota. Urbanisasi merupakan masalah yang cukup serius bagi kita semua.persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan dan lain sebagainya tentu adalah sesuatu masalah yang harus segera dicari jalan keluarnya. Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal didaerah perkotaan.
Perpindahan manusia dari desa kekota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan itu sendiri dikatagorikan menjadi dua macam:
- Migrasi penduduk yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota dengan tujuan untuk tinggal menetap dikota
- Mobilitas penduduk yaitu perpindahan penduduk yang bersifat sementara atau tidak menetap.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong memaksa atau faktor mendorong seseorang untuk urbanisasi maupun dalam bentuk menarik perhatian atau penarik
Menurut tokoh sosiologi
Prof. Dr. Herlianto, ahli sosiologi Indonesia, mengatakan bahwa urbanisasi adalah suatu proses pertumbuhan daerah pertanian atau pedesaan menjadi perkotaan, bertumbuh dalam berbagai macam segi, misalnya, dalam segi keterampilan, gaya atau style, ekonomi, sehingga desa pun tumbuh menjadi perkotaan.De GOEDE, ahli sosiologi Belanda, menyatakan bahwa pengertian urbanisasi dibagi menjadi empat yakni :
1. Arus perpindahan penduduk dari desa ke kota. Pindahnya penduduk desa dari desa ke kota dengan berbagai macam masalah yang dihadapi
2. Bertambah besarnya jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Semakin banyaknya jumlah tenaga kerja yang bekerja di sekto pertanian
3. Tumbuhnya pemukiman-pemukiman menjadi kota. Pemukiman-pemukiman yang dibuat oleh masyarakat, semakin bertumbuh juga bisa disebut urbanisasi
4. Pengaruh kota dipedesaan sangat besar pada bidang sosial, politik, dan budaya. Pengaruh pada bidang politik, sosial, dan budaya yang sangat besar di pedesaan bisa kita sebut juga sebagai urbanisasi.
Faktor-faktor penyebab terjadinya urbanisasi
Faktor penyebab adanya urbanisasi adalah karena adanya faktor utama yang klasik yaitu kemiskinan di daerah pedesaan. Faktor utama ini melahirkan dua faktor penyebab adanya urbanisasi yaitu:
- Faktor Penarik (Pull Factors)
- Lahan pertanian yang semakin sempit.
- Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya. Rasa jenuh atau merasa tertekan dengan peraturan-peraturan budaya di daerah membuat imigran memutuskan pindah ke jakarta mengharapkan adanya keleluasaan dalam menjalani kehidupannya.
- Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa. Minimnya lapangan pekerjaan di desa membuat para
- Terbatasnya sarana dan prasarana di desa. Kurang tersedianya sarana dan prasana di pedasaan memaksa orang desa untuk berpindah ke kota agar mudah mendapakat fasilitas sarana dan prasana yang lebih mudah di dapat dan lebih lengkap dari pada di desa. Misalnya sarana hiburan yang belum memadai di desa sedangkan kan di Jakarta banyak Mall dan tempat hiburan yang dapat di jangkau dengan mudah.
- Diusir dari desa asal, sehingga ke kota menjadi tujuan. Diusir dari desa hal ini biasanya jarang terjadi, walaupun ada tapi hanya sedikit yang menjadikan alasan urbanisasi karena diusir dari asalnya. Apabila seseorang/ keluarga di usir biasanya seseorang/keluarge tersebut melakukan kesalahan yang menyeabkan kerugian terhadap penduduk desa.
- Memiliki impian kuat menjadi orang kaya, karena tingkat upah di kota lebih tinggi. Penduduk pedesaan selalu dibombardir dengan kehidupan serba wah yang ada di kota besar sehingga semakin mendorong mereka meninggalkan kampungnya Ketimpangan pembangunan daerah perdesaan dengan daerah perkotaan sangat tidak berimbang yang mengakitbatkan kurangnya peralatan dan perkembangan teknologi di desa.
- Melanjutkan sekolah, karena di desa fasilitas atau mutunya kurang. Keadaan pembangunan pendidikan di desa yang kurang memadai membuat para orang tua murid memutuskan untuk mensekolahkan anak mereka ke kota dengan harapan dapat mendapatkan ilmu dan fasilitas yang memadai bagi proses belajar pembelajaran anak mereka.
- Pengaruh cerita orang atau keluarga bahwa hidup di kota Jakarta mudah untuk mencari pekerjaan, atau mudahnya membuka usaha kecil-kecilan. Jakarta sebagai kota besar dan berpenduduk banyak tentunya sangat menjanjikan untuk orang-orang kecil yang berniat untuk mencari sesuap nasi dikota ini mulai dari pedagang kaki lima (PKL), pedagang asongan, tukang ojek, tukang sngat menjanjikan untuk hidup. Padahal tidak semuanya yang datang ke Jakarta mendapatkan pekerjaan. Para peruraban harus mempunyai keahlian khusus agar dapat diterima bekerja di jakarta.
- Kebebasan pribadi lebih luas. Kebebasan disini bukannya bebas melakukan apa saja akan tetapi bebas dalam konteks ini adalah dapat melakukan aktivitas sesuai dengan keinginan kita tanpa harus manaati pertaturan-peraturan yang ada di desa. Tetapi masih dalam hal yang wajar dan mengikuti dari peraturan dari pemerintah.
- Adat atau adanya tolenransi antar agama . Jakarta menjadi tempat berkumpulan para migran yang berpindah dari berbagai daerah, agama, suku. Karena itu budaya adat dari daerah tersebut tidak begitu kental lagi di jakarta. Saling menghormati agama orang lain tidak menggangu satu sama lain merupakan kunci dari toleransi itu sendiri.
- Faktor Pendorong (Push Factors)
- Keadaan desa yang umumnya mempunyai kehidupan yang statis (tidak mengalami perubahan yang sangat lambat). Hal ini bisa terjadi karena adat istiadat yang masih kuat atau pun pengaruh agama.
- Makin berkurangnya sumber-sumber kehidupan seperti menurunnya daya dukung lingkungan, menurunnya permintaan atas barang-barang tertentu yang bahan bakunya makin susah diperoleh seperti hasil tambang, kayu, atau bahan dari pertanian.
- lapangan kerja yang hampir tidak ada karena sebagian besar hidup penduduknya hanya bergantung dari hasil pertanian pendapatan yang rendah yang di desa
- keamanan yang kurang
- Fasilitas pendidikan sekolah atau pun perguruan tinggi yang kurang berkualitas.
Dari uraian di atas, jelaslah bahwa faktor utama penyebab timbulnya urbanisasi yang paling kuat adalah faktor ekonomi (menjadi motif utama para migran), selain itu disusul dengan faktor tingkat pendidikan. Penyebab lain dari terjadinya urbanisasi adalah karena terjadinya “overruralisasi” yaitu tingkat dan cara produksi di pedesaan terdapat terlalu banyak orang
Keuntungan Urbanisasi
Segala sesuatu, memiliki keuntungan yang banyak maupun kekurangan yang banyak pula, akan tetapi keuntungan dapat menutupi kekurangan. Begitu juga urbanisasi, urbanisasi memiliki keuntungan yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa maupun masyarakat kota. Keuntungannya sebagai berikut :
- Memodernisasikan Warga Desa.
Pengertian modernisasi warga pedesaan tidak semata-mata dalam arti fisik, seperti misalnya membangun fasilitas perkotaan, namun membangun penduduk pedesaan sehingga memiliki ciri-ciri modern penduduk perkotaan. Dalam hubungan inilah lahir konsep urbanisasi pedesaan Konsep urbanisasi pedesaan mengacu pada kondisi di mana suatu daerah secara fisik masih memiliki ciri-ciri pedesaan yang kental, namun karena ciri penduduk” yang hidup didalamnya sudah menampakkan sikap maju dan mandiri, seperti antara lain mata pencaharian lebih besar di nonpertanian, sudah mengenal dan memanfaatkan lembaga keuangan, memiliki aspirasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan, dan sebagainya, sehingga daerah tersebut dapat dikategorikan sebagai daerah perkotaan.
- Menambah Pengetahuan Warga Kota
- Menjalin kerja sama yang baik antar warga suatu daerah.
- Menyeimbangkan masyarakat kota dengan masyarakat desa
Dibawah ini ada beberapa dampak dari terjadinya urbanisasi. Ada beberapa dampak positif yang dihasilkan oleh Urbanisasi, yaitu:
- Terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja di kota. Kota memerlukan banyak sekali tenaga kerja di bidang industri, transportasi, perdagangan jasa, dan lain-lain. Dengan adanya urbanisasi kebutuhan tenaga kerja dengan sendirinya dapat terpenuhi.
- Meningkatnya aktifitas perekonomian kota. Kota bertambah ramai, perdagangan semakin meningkat, kehidupan di kota semakin berkembang dengan banyaknya pendatang-pendatang baru dari luar kota.
- Meluasnya kesempatan membuka usaha-usaha baru. Dengan meningkatnya jumlah penduduk kota, diperlukan banyak fasilitas untuk melayani kebutuhan masyarakat sehingga kesempatan membuka usaha baru terbuka lebar seperti usaha bengkel, transportasi, warung, tukang pangkas rumput, dan sebagainya.
- Meningkatnya tingkat kesejahteraan penduduk desa yang berurbanisasi ke kota. Orang-orang desa yang telah berhasil di kota, banyak di antara mereka yang mengirimkan sebagian dari penghasilannya ke desa untuk inventasi maupun untuk membangun desanya. Hal ini berarti urbanisasi dapat membawa dampak positif bagi pembangunan desa.
- Dapat meningkatkan taraf hidup keluarga yang ditinggalkan di desa. Jumalah penduduk desa yang sebelumnya tidak sebanding dengan lapangan kerja yang ada, dengan urbanisasi jumalah penduduk desa semakin berkurang. Denagn demikian penduduk yang tinggal di desa, dapat lebih mudah bekerja, misalnya dengan mengelolah lahan yang ada.
- Terjadinya percampran antara budaya desa dan kota sehingga antara orang desa dan orang kota akan saling menyerap kebudayaan yang baik di antara keduanya.
- Terjadinya hubungan kekeluargaan yang lebih erat antara orang desa dengan orang kota.
- Kota mendapatkan pasokan tenaga kerja yang murah untuk pembangunan, teutama untuk tenaga kasar yang biasanya enggan dikerjakan penduduk kota.
- Mengurangi pengangguran dan kepadatan penduduk di desa.
- Sifat Konsumtif.
- Kekumuhan kota.
Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban. Hal ini menyebabkan trotoar tersebut menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.
- Kemacetan lalu lintas.
- Kriminalitas yang tinggi.
Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, masalah pedagang kaki lima dan pekerjaan lain yang sejenis.
Hal ini akhrtnya akan meningkatkan jumlah pengangguran di kota yang menimbulkan kemiskinan dan pada akhirnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, orang orang akan nekat melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, merampok bahkan membunuh. Ada juga masyarakat yang gagal memperoleh pekerjaan sejenis itu menjadi tunakarya, tunawisma, dan tunasusila.
- Struktur kota yang berantakan.
- Menambah polusi di daerah perkotaan.
- Isu Jakarta tenggelam.
- Banjir atau bencana alam.
- Pelebaran kota dengan tata kota yang tidak baik.
- Melonjaknya sector informal.
- terjadinya kemerosotan kota.
- Pengembangan industry yang menghasilkan limbah.
dampak negatif terhadap desa yang di tinggal :
- Terhambatnya pembangunan desa karena desa kekurangan tenaga kerja sumber daya manusia . Biasanya, orang-orang muda yang pindah ke kota merupakan orang-orang muda yang berpendidikan yang mencari pekerjaan di Jakarta padahal sangat dibutuhkan potensinya untuk membangun desa menjadi lebih baik. Contohnya saja seorang sarjana pendidikan mereka lebih memilih menjadi guru dijakarta karena tunjangan dan fasilitas yang diberikan dijakarta lebih lengkap dari pada di desa. Akan tetapi hal tersebut membuat perkembangan pendiidkna di desa tidak dapat berjalan dengan baik.
- Akibat dari yang pertama di atas akan berdampak lebih lanju tterhadap menurunnya produktifitas sector pertanian yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat desa. Kekuranggan sumber daya yang berkualitas membuat para petani hanya menggunakan sumber daya dan teknologi seadaya dalam sektor pertanian dan produksinya tidak sebanyak bila menggunakan orang-orang yang berkompeten dalam bidang pertanian.
- Masuknya budaya kota yang kurang baik ke desa, seperti mabuk-mabukan, pergaulan bebas, dan lain-lain
Masalah urbanisasi ini dapat ditangani dengan memperlambat laju pertumbuhan populasi kota yaitu diantaranya dengan membangun desa , adapun program-program yang dikembangkan diantaranya:
- intensifikasi pertanian
- mengurangi/ membatasi tingkat pertambahan penduduk lewat pembatasan kelahiran, yaitu program Keluarga Berencan
- memperluas dan mengembangkan lapangan kerja dan tingkat pendapatan di pedesaan
- program pelaksanaan transmigrasi.
- penyebaran pembangunan fungsional di seluruh wilayah
- pengembangan teknologi menengah bagi masyarakat desa
- pemberdayaan potensi utama desa perlu dukungan politik dari pemerintah, diantaranya adanya kebijakan seperti reformasi tanah
Berdasarkan kebijakan tersebut, maka yang yang berperan adalah pemerintah setempat dalam penerapannya. Pemerintah daerah perlu berbenah diri dan perlu mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi yang ada di daerah, sehingga terjadi kegiatan ekonomi dan bisnis yang benarbenar berorientasi pada kepentingan warganya.
2. -> Munculnya
Kesempatan untuk Berintervensi
Munculnya
kesempatan untuk berintervensi dimungkinkan karena terdapat wilayah antara di
antara dua wilayah yang akan saling berinteraksi. Akibatnya, akan muncul
persaingan di antara dua wilayah. Sebagai contoh, kota A kekurangan barang B
yang terdapat di kota B, sedangkan kota B membutuhkan barang A yang terdapat di
kota A. Keadaan ini secara langsung akan menimbulkan interaksi antara kota A
dan kota B. Akan tetapi, dengan munculnya kota C yang menyediakan barang A dan
B yang dibutuhkan oleh kota A dan kota B, hubungan kedua kota tersebut melemah.
Di sinilah muncul persaingan di antara ketiga kota tersebut sehingga ketiga
kota berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhan. Pada akhirnya, pemenuhan
kebutuhan untuk masing-masing kota dipengaruhi oleh keterjangkauan
aksesibilitas sehingga bisa menekan biaya untuk mendapatkan kebutuhan tersebut.
- >Kemudahan
Pemindahan dalam Ruang
Pada
umumnya, pemenuhan sumber daya yang dibutuhkan oleh suatu tempat akan memilih
tempat-tempat yang memiliki berbagai kemudahan dalam pemenuhanannya, yaitu:
a. lengkapnya
fasilitas komunikasi,
b. jarak
yang relatif dekat,
c. biaya
transportasi yang murah, atau
d. kelancaran
arus transportasi.
->Dampak
Interaksi dan Urbanisasi Bagi Kota
Dalam kenyataannya, wujud interaksi itu tidak hanya
berlangsung antara kota dengan kota, melainkan juga antara kota dengan desa.
Kedua jenis interaksi itu berlangsung terus tanpa henti. Hal ini dapat kita
saksikan dengan hilir mudiknya kendaraan yang memadati jalan raya, atau pun
gaungnya aneka siaran televisi dan radio dari satu kota ke kota lain atau ke
sudut-sudut desa yang jauh sekalipun.
Adanya interaksi itu
menimbulkan aneka pengaruh, baik yang positif maupun yang negatif.
Pengaruh-pengaruh tersebut ialah sebagai berikut:
Pengaruh Positif
a) Tingkat
pengetahuan penduduk semakin meningkat. Peningkatan pengetahuan penduduk itu
bisa terjadi karena pergaulan atau adanya saling tukar informasi dan pengalaman
antarpenduduk; pendirian lembaga- lembaga pendidikan, dan keterampilan
(khusus); melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi; dan arus
informasi, baik lewat media elektronik maupun surat kabar.
b) Tersedianya
tenaga kerja dari desa.
c) Adanya
tempat permasaran hasil teknologi dari kota ke desa, misal peralatan teknologi
pertanian.
d) Desa
sebagai mitra pembangunan wilayah perkotaan.
e)
Desa sebagai sumber bahan mentah bagi
daerah perkotaan
f) Produk-produk
yang dihasilkan di daerah perkotaan dapat dipasarkan sampai ke pelosok desa
sehingga keuntungan yang diperoleh lebih besar.
Pengaruh Negatif
Dampak negatif adanya interksi
desa-kota bagi kota yang paling nyata adalah terjadinya urbanisasi yang tidak
terkendali. Hal ini disebabkan banyaknya penduduk desa yang bermigrasi ke kota
untuk mencari pekerjaan da penghidupan yang lebih layak. Sebagai akibat dari
urbanisasi tersebut kota tidak mampu lagi menampung penduduk, sehingga timbul
permasalahan-permasalah antara lain sebagai berikut:
a. Meningkatnya
tingkat kriminalitas atau kejahatan seperti pencurian dan perampokan.
b. Jumlah
penduduk desa yang pergi ke kota tanpa keahlian menimbulkan permasalahan bagi
daerah perkotaan, yaitu semakin meningkatnya jumlah pengangguran, penduduk
miskin, gelandangan dan pengemis.
d. Meningkatnya
jumlah permukiman kumuh (slump)
berupa gubuk-gubuk liar yang terletak di bantaran sungai, di sepanjang rel
kereta api, dan sebaganya.
e. Terjadinya
degradasi kualitas lingkungan. Peningkatan jumlah penduduk desa yang pesat
mendorong pembangunan rumah-rumah di wilayah kota yang berpengaruh terhadap
penurunan atau degradasi kualitas lingkungan. Degradasi kualitas lingkungan
dapat terjadi pada lingkungan fisik dan sosial. Degradasi lingkungan fisik
dapat disebabkan oleh pencemaran, seperti pencemaran air, udara dan suara.
Jenis pencemaran yang dapat digolongkan sabagai degradasi kualitas lingkungan
social yaitu:
§ Kepadatan
lalulintas kendaraan dapat menimbulkan perasaan jengkel dan kesal akibat
kemacetan.
§ Semakin
berkembangnya sikap hidup materialistic dan individualistis.
§ Tumpukan
sampah yang terdapat di banyak tempat, terutama dekat permukiman mengganggu
kesehatan dan keindahan lingkungan.
§ Rumah
dan bangunan kota yang terlantar dan tidak terawatt menggangu pemandangan di
sekitarnya.


TAIPANPOKER
BalasHapusBOSAN AKAN KEKALAHAN??
KAMI TUNGGU KEHADIRAN BOS!!!
"YOU PAY,YOU GET PAID"