Pengantar Quantum Computation
#AlfanCandraSetiawan
#4IA19
#PengantarQuantumComputation
#PengantarKomputasiModern
Pengantar
Quantum Computation
A. Pendahuluan
Quantum
Computation atau Komputasi Kuantum terdiri dari 2 kata, yaitu kuantum dan
komputasi.
Komputasi
adalah suatu kegiatan menghitung atau memproses suatu imputan atau masukan
kepada alat yang namanya komputer. Lalu komputer itu dengan berbagai cara
sesuai pemrograman dan algoritma atau langkah-langkah proses penyelesaian
menyelesaikan atau mengatasi masalah yang diinput menghasilkan suatu output
atau keluaran yang menyelesaikan suatu masalah.
Sedangkan
kuantum adalah Istilah Quanta (plural: quantum) dipopulerkan oleh fisika, yang
merujuk pada satuan terkecil dari cahaya (foton). Penemuan sifat partikel
(selain sifat gelombang) cahaya ini memulai perkembangan baru fisika, meloncat
dari konsep klasik kepada konsep yang lebih modern, lazim dikenal sebagai
fisika kuantum atau juga fisika modern.
Dari
kedua pengertian tersebut menurut Joachim Stolze dam Dieter Suter dalam bukunya
“Quantum Computing : A Short Course from Theory to Experiment”, komputasi
kuantum adalah memanfaatkan fenomena ‘aneh’ yang disebut sebagai superposisi.
Dalam mekanika kuantum, suatu partikel bisa berada dalam dua keadaan sekaligus.
Inilah yang disebut keadaan superposisi. Dalam komputer kuantum, selain 0 dan 1
dikenal pula superposisi dari keduanya. Ini berarti keadaannya bisa berupa 0
dan 1, bukan hanya 0 atau 1 seperti di komputer digital biasa. Komputer
kuantum tidak menggunakan Bits tetapi QUBITS (Quantum Bits). Karena
kemampuannya untuk berada di bermacam keadaan (multiple states), komputer
kuantum memiliki potensi untuk melaksanakan berbagai perhitungan secara
simultan sehingga jauh lebih cepat dari komputer digital.
Komputer
kuantum adalah salah satu komputer yang belum sama sekali ada di dunia ini.
Karena ini merupakan komputer yang sangat mustahil di ciptakan. Tapi mungkin
saja ini bisa tercipta. Jika dikatakan, komputer kuantum hanya butuh waktu 20
menit untuk mengerjakan sebuah proses yang butuh waktu 1025 tahun pada komputer
saat ini, kita tentu akan tercengang. Hal inilah yang membuat para ilmuwan
begitu tertarik untuk mengembangkan kemungkinan terbentuknya komputer kuantum.
Meskipun hingga saat ini belum tercipta sebuah komputer kuantum yang
dibayangkan oleh para ilmuwan, kemajuan ke arah sana terus berlangsung. Bahkan
yang menarik, ternyata perkembangan komputer kuantum juga mengikuti apa yang
dikatakan oleh Gordan Moore sang Genius IBM “Kemampuan Prosesor akan meningkat
dua kali lipat dalam jangka waktu 18 bulan”. Jika hal ini benar, para ilmuwan
akan dapat membangun sebuah komputer kuantum hanya dalam waktu lima tahun ke
depan. Pengertian sederhana dari computer kuantum adalah jenis chip processor
terbaru yang diciptakan berdasar perkembangan mutakhir dari ilmu fisika (dan
matematika) quantum. Singkatnya, chip konvensional sekarang ini perlu diganti
dengan yang lebih baik. Pengertian komputer kuantum adalah merupakan suatu alat
hitung yang menggunakan sebuah fenomena mekanika kuantum, misalnya superposisi
dan keterkaitan, untuk melakukan operasi data.
Beberapa
waktu lalu para ilmuwan di Pusat Penelitian di Almaden telah berhasil
menjalankan kalkulasi komputer-kuantum yang paling rumit hingga saat ini.
Mereka berhasil membuat seribu triliun molekul yang didesain khusus dalam
sebuah tabung menjadi sebuah komputer kuantum 7-qubit yang mampu memecahkan
sebuah versi sederhana perhitungan matematika yang merupakan inti dari banyak
di antara sistem kriptografis pengamanan data (data security cryptographic
system).
Keberhasilan
ini memperkuat keyakinan bahwa suatu saat komputer-komputer kuantum akan mampu
memecahkan problem yang demikian kompleks yang selama ini tidak mungkin dapat
dipecahkan oleh superkomputer-superkomputer yang paling hebat meski dalam tempo
jutaan tahun sekalipun.
- Sejarah Singkat
A. Pada
tahun 1970-an pencetusan atau ide tentang komputer kuantum pertama kali muncul
oleh para fisikawan dan ilmuwan komputer, seperti Charles H. Bennett dari IBM,
Paul A. Benioff dari Argonne National Laboratory, Illinois, David Deutsch dari
University of Oxford, dan Richard P. Feynman dari California Institute of
Technology (Caltech).
B. Feynman
dari California Institute of Technology yang pertama kali mengajukan dan
menunjukkan model bahwa sebuah sistem kuantum dapat digunakan untuk melakukan
komputasi. Feynman juga menunjukkan bagaimana sistem tersebut dapat menjadi
simulator bagi fisika kuantum.
C. Pada
tahun 1985, Deutsch menyadari esensi dari komputasi oleh sebuah komputer
kuantum dan menunjukkan bahwa semua proses fisika, secara prinsipil, dapat
dimodelkan melalui komputer kuantum. Dengan demikian, komputer kuantum memiliki
kemampuan yang melebihi komputer klasik.
D. Pada
tahun 1995, Peter Shor merumuskan sebuah algoritma yang memungkinkan penggunaan
komputer kuantum untuk memecahkan masalah faktorisasi dalam teori bilangan.
E. Sampai
saat ini, riset dan eksperimen pada bidang komputer kuantum masih terus
dilakukan di seluruh dunia. Berbagai metode dikembangkan untuk memungkinkan
terwujudnya sebuah komputer yang memilki kemampuan yang luar biasa ini. Sejauh
ini, sebuah komputer kuantum yang telah dibangun hanya dapat mencapai kemampuan
untuk memfaktorkan dua digit bilangan. Komputer kuantum ini dibangun pada tahun
1998 di Los Alamos, Amerika Serikat, menggunakan NMR (Nuclear Magnetic
Resonance).
- Entanglement
Entanglement
(belitan) merupakan fenomena ‘aneh’ yang terjadi pada Quantum Computing,
fenomena ini dimanfaatkan oleh ilmuan dalam pembuatan Quantum Computing.
Jika
dua atom mendapatkan gaya tertentu (outside force) kedua atom tersebut bisa
masuk pada keadaan ‘entangled’. Atom-atom yang saling terhubungkan dalam
entanglement ini akan tetap terhubungkan walaupun jaraknya berjauhan.
Dalam
keadaan ini, perilaku dua atom yang saling berkaitan akan sama dengan atom
pasangannya. Jika pada atom 1 mengalami perubahan, maka atom pasangannya juga
akan berperilaku sama seperti atom 1. Keadaan ini dimanfaatkan untuk
mempercepat komunikasi data pada komputer. Komunikasi menggunakan komputer
kuantum bisa mencapai kecepatan yang begitu luar biasa karena informasi dari
satu tempat ke tempat lain dapat ditransfer secara instant. Begitu cepatnya
sehingga terlihat seakan-akan mengalahkan kecepatan cahaya.
- Pengoperasian Data Qubit
Qubit
merupakan kuantum bit, mitra dalam komputasi kuantum dengan digit biner atau
bit dari komputasi klasik. Sama seperti sedikit adalah unit dasar informasi
dalam komputer klasik, qubit adalah unit dasar informasi dalam komputer kuantum. Dalam komputer kuantum, sejumlah partikel elemental seperti elektron atau
foton dapat digunakan (dalam praktek, keberhasilan juga telah dicapai dengan
ion), baik dengan biaya mereka atau polarisasi bertindak sebagai representasi
dari 0 dan / atau 1. Setiap partikel-partikel ini dikenal sebagai qubit, sifat
dan perilaku partikel-partikel ini (seperti yang diungkapkan dalam teori
kuantum ) membentuk dasar dari komputasi kuantum. Dua aspek yang paling relevan
fisika kuantum adalah prinsip superposisi dan Entanglement.
Superposisi,
pikirkan qubit sebagai elektron dalam medan magnet. Spin elektron mungkin baik
sejalan dengan bidang, yang dikenal sebagai spin-up, atau sebaliknya ke
lapangan, yang dikenal sebagai keadaan spin-down. Mengubah spin elektron dari
satu keadaan ke keadaan lain dicapai dengan menggunakan pulsa energi, seperti
dari Laser – katakanlah kita menggunakan 1 unit energi laser. Tapi bagaimana
kalau kita hanya menggunakan setengah unit energi laser dan benar-benar
mengisolasi partikel dari segala pengaruh eksternal? Menurut hukum kuantum,
partikel kemudian memasuki superposisi negara, di mana ia berperilaku
seolah-olah itu di kedua negara secara bersamaan. Setiap qubit dimanfaatkan
bisa mengambil superposisi dari kedua 0 dan 1. Dengan demikian, jumlah
perhitungan bahwa komputer kuantum dapat melakukan adalah 2 ^ n, dimana n
adalah jumlah qubit yang digunakan. Sebuah komputer kuantum terdiri dari 500
qubit akan memiliki potensi untuk melakukan 2 ^ 500 perhitungan dalam satu
langkah. Ini adalah jumlah yang mengagumkan – 2 ^ 500 adalah atom jauh lebih
dari yang ada di alam semesta (ini pemrosesan paralel benar – komputer klasik
saat ini, bahkan disebut prosesor paralel, masih hanya benar-benar melakukan
satu hal pada suatu waktu: hanya ada dua atau lebih dari mereka melakukannya).
Tapi bagaimana partikel-partikel ini akan berinteraksi satu sama lain? Mereka
akan melakukannya melalui belitan kuantum.
- Algoritma Quantum Computing
Para
ilmuwan mulai melakukan riset mengenai sistem kuantum tersebut, mereka juga
berusaha untuk menemukan logika yang sesuai dengan sistem tersebut. Sampai saat
ini telah dikemukaan dua algoritma baru yang bisa digunakan dalam sistem
kuantum yaitu algoritma shor dan algoritma grover.
A. Algoritma Shor
Algoritma
yang ditemukan oleh Peter Shor pada tahun 1995. Dengan menggunakan algoritma
ini, sebuah komputer kuantum dapat memecahkan sebuah kode rahasia yang saat ini
secara umum digunakan untuk mengamankan pengiriman data. Kode yang disebut kode
RSA ini, jika disandikan melalui kode RSA, data yang dikirimkan akan aman
karena kode RSA tidak dapat dipecahkan dalam waktu yang singkat. Selain itu,
pemecahan kode RSA membutuhkan kerja ribuan komputer secara paralel sehingga
kerja pemecahan ini tidaklah efektif.
Algoritma
Shor terdiri dari dua bagian:
1.
Penurunan yang bisa dilakukan pada komputer klasik, dari masalah anjak untuk
masalah ketertiban temuan.
2.
Sebuah algoritma kuantum untuk memecahkan masalah order-temuan.
Hambatan
runtime dari algoritma Shor adalah kuantum eksponensial modular yang jauh lebih
lambat dibandingkan dengan kuantum Transformasi Fourier dan
pre-/post-processing klasik. Ada beberapa pendekatan untuk membangun dan
mengoptimalkan sirkuit untuk eksponensial modular. Yang paling sederhana dan
saat ini yaitu pendekatan paling praktis adalah dengan menggunakan meniru
sirkuit aritmatika konvensional dengan gerbang reversibel , dimulai dengan
penambah ripple-carry. Sirkuit Reversible biasanya menggunakan nilai pada
urutan n ^ 3, gerbang untuk n qubit. Teknik alternatif asimtotik meningkatkan
jumlah gerbang dengan menggunakan kuantum transformasi Fourier , tetapi tidak
kompetitif dengan kurang dari 600 qubit karena konstanta tinggi.
B. Algoritma Grover
Algoritma
Grover adalah sebuah algoritma kuantum yang menawarkan percepatan kuadrat
dibandingkan pencarian linear klasik untuk list tak terurut. Algoritma
Grover menggambarkan bahwa dengan menggunakan pencarian model kuantum,
pencarian dapat dilakukan lebih cepat dari model komputasi klasik. Dari
banyaknya algoritma kuantum, algoritma grover akan memberikan jawaban yang
benar dengan probabilitas yang tinggi. Kemungkinan kegagalan dapat dikurangi
dengan mengulangi algoritma. Algoritma Grover juga dapat digunakan untuk
memperkirakan rata-rata dan mencari median dari serangkaian angka, dan untuk
memecahkan masalah Collision.
Bila
kita menggunakan komputer konvensional untuk melakukan pemfaktoran
bilangan-bilangan besar, setiap penambahan digit akan melipatduakan waktu yang
dibutuhkan untuk menemukan faktor-faktornya. Sebaliknya, waktu untuk melakukan
pemfaktoran dengan menggunakan komputer kuantum hanya akan bertambah panjang
secara konstan bila sebuah digit ditambahkan ke bilangan yang akan difaktorkan
tersebut.
Sumber
Materi:
- https://www.ikons.id/mengenal-komputer-quantum-dan-kegunaannya/
- https://zarapintar.wordpress.com/2015/06/04/pengantar-quantum-computation/
- http://luciferion-knight.blogspot.co.id/2013/06/pengantar-komputasi-kuantum.html


Komentar
Posting Komentar