Pengantar Komputasi Cloud

#AlfanCandraSetiawan
#4IA19
#PengantarKomputasiCloud
#PengantarKomputasiModern

Pengantar Komputasi Cloud

Pada artikel kali ini ataupun tugas kali ini saya akan membahas tentang Pengantar Komputasi Cloud dan Virtualisasi, berikut saya akan menjelaskannya secara detail :

A.    Pendahuluan

  • Pengertian
Cloud Computing (komputasi awan) merupakan pemanfaatan teknologi computer oleh pengguna dengan menjalankan sebuah aplikasi yang tidak berada di computer yang digunakannya, namun file – file tersebut berada di computer lain yang dihubungkan dengan internet. Dengan kata lain, cloud computing merupakan sebuah layanan dimana informasinya disimpan di server secara permanen dan disimpan di computer client secara temporary. Beberapa contoh penggunaan cloud computing antara lain : email service, facebook, google apps, dll.

Cloud computing merupakan gabungan antara virtualisasi dan grid computing. Di dalam cloud computing dikenal istilah front-end (desktop-PC) dan back-end (server). Front-end dan back-end harus saling terhubung di dalam sebuah jaringan internet. Front-end mengambil data dan menjalankan aplikasi dari back-end. Back-end merupakan sumber yang diistilahkan dengan cloud (awan).
  • Kelebihan Cloud Computing
Uraian mengenai keuntungan (sisi potensial) yang didapat dalam penggunaan Cloud Computing. keuntungan Cloud Computing antara lain :  
a)  Keuntungan bagi para pelaku bisnis adalah minimalisasi biaya investasi infrastruktur publik sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalitasnya.
b) Bagi application developer, layanan PaaS memungkinkan pengembangan dan implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas.
c) Bagi para praktisi yang bergerak di industri TI, hal ini berarti terbukanya pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi informasi.
d) Bagi pebisnis di bidang infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena dengan meningkatnya penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan penggunaaan bandwidth internet.
e) Integrasi aplikasi dengan berbagai perangkat.
  • Kekurangan Cloud Computing
Resiko yang harus dihadapi user dalam penggunaan Cloud Computing ini antara lain:
a) Service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery.
b) Privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersama-sama.
c) Compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user.
d) Data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud.
e) Data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloud service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat user melakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.
  • Menurut NIST (National Institute of Standards and Technology), terdapat 5 karakteristik sehingga sistem tersebut disebut Cloud Computing, yaitu :
a) Resource Pooling
Sumber daya komputasi (storage, CPU, memory, network bandwidth, dsb.) yang dikumpulkan oleh penyedia layanan (service provider) untuk memenuhi kebutuhan banyak pelanggan (service consumers) dengan model multi-tenant.

b) Broad Network Access
Kapabilitas layanan dari cloud provider tersedia lewat jaringan dan bisa diakses oleh berbagai jenis perangkat, seperti smartphone, tablet, laptop, workstation, dsb.

c) Measured Service
Tersedia layanan untuk mengoptimasi dan memonitor layanan yang dipakai secara otomatis. Dengan monitoring sistem ini, kita bisa melihat berapa resources komputasi yang telah dipakai, seperti: bandwidth, storage, processing, jumlah pengguna aktif, dsb. Layanan monitoring ini sebagai bentuk transparansi antara cloud provider dan cloud consumer.

d) Rapid Elasticity
Kapabilitas dari layanan cloud provider bisa dipakai oleh cloud consumer secara dinamis berdasarkan kebutuhan. Cloud consumer bisa menaikkan atau menurunkan kapasitas layanan. Kapasitas layanan yang disediakan ini biasanya tidak terbatas, dan service consumer bisa dengan bebas dan mudah memilih kapasitas yang diinginkan setiap saat.

e) Self Service
Cloud Consumer bisa mengkonfigurasikan secara mandiri layanan yang ingin dipakai melalui sebuah sistem, tanpa perlu interaksi manusia dengan pihak cloud provider. Konfigurasi layanan yang dipilih ini harus tersedia segera dan saat itu juga secara otomatis.
  • Layanan Cloud Computing
NIST (National Institute of Standards and Technology) sendiri membagi jenis layanan Cloud Computing menjadi tiga sebagai berikut :
a) Software as a Service (SaaS)
SaaS adalah layanan dari Cloud Computing dimana pelanggan dapat menggunakan software (perangkat lunak) yang telah disediakan oleh cloud provider. Pelanggan cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa berjalan dan bisa digunakan dengan baik.
Contoh dari layanan SaaS ini antara lain adalah:
  1. Layanan produktivitas: Office365, GoogleDocs, Adobe Creative Cloud, dsb.
  2. Layanan email: Gmail, YahooMail, LiveMail, dsb.
  3. Layanan social network: Facebook, Twitter, Tagged, dsb.
  4. Layanan instant messaging: YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb.
Keuntungan dari SaaS ini adalah kita tidak perlu membeli lisensi software lagi. Kita tinggal berlangganan ke cloud provider dan tinggal membayar berdasarkan pemakaian.

b) Platform as a Service (PaaS)
PaaS adalah layanan dari Cloud Computing kita bisa menyewa “rumah” berikut lingkungannya, untuk menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Pelanggan tidak perlu pusing untuk menyiapkan “rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang dibuat dapat berjalan dengan baik. Pemeliharaan “rumah” ini (sistem operasi, network, database engine, framework aplikasi, dll) menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan.

Keuntungan dari PaaS bagi pengembang dapat fokus pada aplikasi yang sedang dikembangkan tanpa harus memikirkan “rumah” untuk aplikasi, dikarenakan ahl tersebut sudah menjadi tanggung jawab cloud provider.

c) Infrastructure as a Service (IaaS)
IaaS adalah layanan dari Cloud Computing sewaktu kita bisa “menyewa” infrastruktur IT (unit komputasi, storage, memory, network, dsb). Dapat didefinisikan berapa besar unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwidth , dan konfigurasi lainnya yang akan disewa. Untuk lebih mudahnya, layanan IaaS ini adalah seperti menyewa komputer yang masih kosong. Kita sendiri yang mengkonfigurasi komputer ini untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan kita dan bisa kita install sistem operasi dan aplikasi apapun diatasnya.

Contoh penyedia layanan IaaS : Amazon EC2, Rackspace Cloud, Windows Azure, dsb. Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik, dan konfigurasi komputer virtual tersebut dapat diubah (scale up/scale down) dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage, dsb. dengan segera.

B.    Virtualisasi


Virtualisasi merupakan teknologi yang memungkinkan pengguna untuk membuat versi virtual dari sesuatu yang bersifat fisik, seperti system operasi, penyimpanan data atau sumber daya jaringan. Istilah virtualisasi merupakan pemisahan sumber daya computer yang terdiri atas jaringan, penyimpanan dan server. Virtualisasi menyembunyikan karakteristik fisik sumber daya komputasi ke pengguna.

Sebuah physical resources (sebuah server/aplikasi/penyimpanan) dapat terlihat seperti beberapa resources virtual dan begitu pun sebaliknya. Berikut ini adalah beberapa teknologi virtual : virtualisasi storage, virtualisasi komputasi dan virtualisasi network.

Dalam cloud computing selain ada proses virtualisasi,juga terdapat grid computing, dimana seluruh beban proses komputasi yang ada akan didistribusikan ke berbagai server yang saling terhubung di dalam cloud, sehingga prosesnya akan jauh lebih ringan.
  • Keuntungan Penggunaan Virtualisasi
a) Pengurangan Biaya Investasi Hardware. Investasi hardware dapat ditekan lebih rendah karena virtualisasi hanya mendayagunakan kapasitas yang sudah ada. Tak perlu ada penambahan perangkat komputer, server dan pheriperal secara fisik. Kalaupun ada penambahan kapasitas harddisk dan memori, itu lebih ditujukan untuk mendukung stabilitas kerja komputer induk, yang jika dihitung secara finansial, masih jauh lebih hemat dibandingkan investasi hardware baru.

b) Kemudahan Backup & Recovery. Server-server yang dijalankan didalam sebuah mesin virtual dapat disimpan dalam 1 buah image yang berisi seluruh konfigurasi sistem. Jika satu saat server tersebut crash, kita tidak perlu melakukan instalasi dan konfigurasi ulang. Cukup mengambil salinan image yang sudah disimpan, merestore data hasil backup terakhir dan server berjalan seperti sedia kala. Hemat waktu, tenaga dan sumber daya.
c) Kemudahan Deployment. Server virtual dapat dikloning sebanyak mungkin dan dapat dijalankan pada mesin lain dengan mengubah sedikit konfigurasi. Mengurangi beban kerja para staff IT dan mempercepat proses implementasi suatu sistem.

d) Mengurangi Panas. Berkurangnya jumlah perangkat otomatis mengurangi panasnya ruang server/data center. Ini akan berimbas pada pengurangan biaya pendinginan/AC dan pada akhirnya mengurangi biaya penggunaan listrik.

e) Mengurangi Biaya Space. Semakin sedikit jumlah server berarti semakin sedikit pula ruang untuk menyimpan perangkat. Jika server ditempatkan pada suatu co-location server/data center, ini akan berimbas pada pengurangan biaya sewa.

f) Kemudahan Maintenance & Pengelolaan. Jumlah server yang lebih sedikit otomatis akan mengurangi waktu dan biaya untuk mengelola. Jumlah server yang lebih sedikit juga berarti lebih sedikit jumlah server yang harus ditangani.

g) Standarisasi Hardware. Virtualisasi melakukan emulasi dan enkapsulasi hardware sehingga proses pengenalan dan pemindahan suatu spesifikasi hardware tertentu tidak menjadi masalah. Sistem tidak perlu melakukan deteksi ulang hardware sebagaimana instalasi pada sistem/komputer fisik.

h) Kemudahan Replacement. Proses penggantian dan upgrade spesifikasi server lebih mudah dilakukan. Jika server induk sudah overload dan spesifikasinya tidak mencukupi lagi, kita bisa dengan mudah melakukan upgrade spesifikasi atau memindahkan virtual machine ke server lain yang lebih powerful.
  • Kerugian Penggunaan Virtualisasi
a) Satu Pusat Masalah. Virtualisasi bisa dianalogikan dengan menempatkan semua telur didalam 1 keranjang. Ini artinya jika server induk bermasalah, semua sistem virtual machine didalamnya tidak bisa digunakan. Hal ini bisa diantisipasi dengan menyediakan fasilitas backup secara otomatis dan periodik atau dengan menerapkan prinsip fail over/clustering.

b) Spesifikasi Hardware. Virtualisasi membutuhkan spesifikasi server yang lebih tinggi untuk menjalankan server induk dan mesin virtual didalamnya.

c) Satu Pusat Serangan. Penempatan semua server dalam satu komputer akan menjadikannya sebagai target serangan. Jika hacker mampu menerobos masuk kedalam sistem induk, ada kemungkinan ia mampu menyusup kedalam server- server virtual dengan cara menggunakan informasi yang ada pada server induk.
  • Jenis-Jenis Virtualisasi
a) Aplication System Virtualization 
Aplication System Virtualization merupakan teknologi virtual yang sudah menerapkan teknik virtual dalam aplikasi di sistem operasi yang terdapat pada komputer. Anda bisa melihat beberapa penerapan teknologi virtualisasi dengan membuka google play dan ketikan kunci cloing appp, anda akan menemukan banyak  sekali aplikasi yang  bisa membantu anda untuk cloning dri beberapa aplikasi, misalnya hatsapp, BBM, dll

b) Management Virtualization
Banyak komputer sudah menggunakan management virtualization  ini, karena mereka lebih di memudahkan dalam bekerja sebagai leader maupun dalam merencanakan proyek bangunan yang fungsinya mengambar atau merancang beberapi hari kedepannya. Sehingga dalam hal ini anda sudah bisa apa saja yang anda butuhkan dan akan kamu gunakan untuk merencanakannya.

c) Operating System Virtualization
Biasanya sistem ini banyak sekai digunakan di kalangan pelajar. Sistem operasi ini digunakan untuk alat belajar dalam beberapa materi baru. Mengapa memakai ini? Meminimalisir kerusakan pada saat pembelajaran yang tidak diinginkan, biasanya akan menggunakan sistem ini, karena sistem yang akan rusak dan sistem yang asli tidak akan berpengaruh.

d) Network Virtualization
Sistem ini lebih banyak diggunakan oleh kalangan teknisis yang bekerja di Jaringan Internet.  Sistem teknologi ini biasanya digunakan merancang konfigurasi jaringan internet. Dengan sistem ini teknisi hanya perlu menyalin dari virtual jaringan ke jaringan nyata.

e) Service Virtualization
Layanan ini banyak digunakan oleh seseorang yang bekerja dalam pengembangan aplikasi untuk sistem informasi. Anda bisa secara optimal melayani pelanggan dan memperkerjakan sedikit karyawan. Layanan ini juga berfungsi sebagai penghilang kesalahan yang dilakukan manusia.

f) Storage Virtualization
Sistem ini sama dengan storage cloud dan berfungsi sebagai ruang penyimpanan yang dimanfaatkan oleh pengguna yang bisa menyimpan beberapa file seperti flashdisk pada umumnya. Dengan sistem ini, anda bisa mengakses file yang anda miliki dari mana saja dan kapan saja, jadi anda tidak perlu khawatir.

Sumber Materi Pengantar Komputasi Cloud & Virtualisasi :





Komentar

Postingan Populer